Bahan Ajar B. Indonesia 2
By saifuddin4smpn2bandar
Bahan Ajar Ini Disusun Oleh Saifuddin A. S.Pd.SMPN 2 Bandar Pacitan
PERIODISASI SASTRA
Periode sastra Indonesia dibagi menjadi beberapa versi berdasar pendapat beberapa tokoh sastra :
1. Ajib Rosidi, membagi :
Masa kelahiran (awal abad XX – 1945)
1 Periode awal abad XX-19332
Periode 1933-19423 1942-1945
Masa perkembangan (1945-kini)1
1945-19532 1953-19613 1961- kini2.
HB. Jassin, membagi :
1 Sastra melayu lama
2 Sastra Indonesia modern
3. JS. Badudu, membagi :
Kesusastraan lama (angkatan lama)
1 Masa purba
2 Masa hindu ArabKesusastraan peralihan
1 Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi
2 Balai pustakaKesusastraan baru1 PB2 Angkatan 45 / angkatan baru
3 Angkatan muda
4. Usman Effendi :
1 Kesusastraan lama (…. -1920)
2 Kesusastraan baru (20-45)
3 Kesustraan modern (45-….)
5. Zuber Usman :
1 Kesusastraan Lama
2 Zaman peralihan (Munsyi)
3 Kesusastraan Barua. Z. BP (1908)b. Z. PB (1933)c. Z. Jepang (1942)d. Z. 456. Sabaruddin Ahmad :Kesastraan Lamaa. Dinamismeb. Hinduismec. IslamismeKesastraan Barua. Masa Abdullahb. Masa BPc. Masa PBd. Masa 45
FRASEMorfem adalah unsur-unsur pembentuk kata.Kata ialah bagian atau unsur kalimat yang dapat berdiri sendiri
Frase ialah satuan gramatik yang terdiri atas gabungan dua kata atau lebih yang tidak melebihi
batas fungsi, jika ketiganya diurutkan maka :
Morfem ? kata ? fraseCiri-ciri frase :1 Minimal dua kata atau lebih2 Ada ikatan makna yang membentuk 1 kesatuan3 Tidak melebihi fungsi (S-P-O-K)
Frase dapat terjadi dari :1. Kata dengan kata ? gadis cantik, hati hancur, orang tua2. Frase dengan frase ? petani muda / sangat rajin, cincin berlian / milik Aladdin3. Kata dan frase ? perwira / yang gagah berani, negeriku / indah permai
Macam frase :F. eksosentris (frase yang unsur-unsurnya tidak dapat menggantikan fungsi frase tersebut)Jenis frase eksosentris :1 Preposisional ( di atas, kepada kawan, untuk dinikmati, bagi mereka, dengan baik)2 Objektif / pelengkap ( membaca buku, menulis karangan, dsb)3 Predikatif (ayahku datang, hujan turun, kayu potong)4 Konjungtif ( ketika / ayah datang, asal / rajin belajar, karena / banjir menggenang)F. endosentris (frase yang mempunyai distribusi dan fungsi yang sama dengan salah satu atau
semua unsurnya)Jenis frase endosentris :Atributif / bertingkat (salah satu unsur sebagai inti, yang lain sebagai penjelas)Dibagi menjadi :1 DM / diterangkan menerangkan (ayah saya, anak rajin, rumah makan)2 MD / menerangkan diterangkan ( sudah membaik, dua buku, akan pergi)3PERIODISASI SASTRA
Angkatan Balai Pustaka disebut juga angkatan 20-an, angkatan Sitti Nurbaya. Disebut angkatan
Sitti Nurbaya karena dulu roman yang paling populer pada masa itu adalah Sitti Nurbaya, walaupun Sitti Nurbaya bukam merupakan novel atau roman yang pertama diciptakan. Balai Pustaka berasal
dari Komisi Bacaan Rakyat yang berubah nama pada tahun 1917.
Ciri-ciri Balai Pustaka :
1 Unsur pendidikan menonjol2 Bahasa klise dan diperindah3 Kebanyakan berlatar belakang adat minang4 Pertentangan antara kaum tua dengan kaum muda5 Sudut pandang orang ke-36 Pakaian ala orang barat7 Tokoh berwatak hitam putih8 Dialognya panjang-panjang9 Diselingi isi surat dan pantun10 Romantis sentimentil
Puncak karya sastra :1 Sitti Nurbaya (M. Rusli)2 Azab & Sengsara (Merari Siregar), merupakan novel pertama
Pengarang / pujangga BP :
Marah Rusli1 Sitti Nurbaya2 La Hami3 Anak dan Kemenakan4 Memang BodohNur St Iskandar1 Neraka Dunia2 Katak hendak jadi lembu3 Hulubalang raja4 Salah pilih5 Karena mertua6 Mutiara7 Jangir bali
Abdul Muis1 Salah asuhan2 Sebatang kara3 Surapati4 Pertemuan jodohAman Datuk Majoindo1 Si Doel anak Betawi2 Menebus dosa3 Si cebol merindukan bulan4 Rusmala dewi5 Gadis durhaka
I Nyoman Panji Tisna1 Sukreni gadis Bali2 Ni Rawit ceti penjual orang
Tulis Sutan Sati1 Tidak tahu membalas budi2 Sengsara membawa nikmat3 Sabai nan aluih4 Tak disangka5 Syair Sitti Markamah yang sholeh6 Syair Rosina
M. Siregar1. Azab dan sengsara2. Si Jamin dan JohanHamka1 Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck2 Di bawah lindungan Kabah3 Ayahku4 Merantau ke Deli5 Kena fitnah6 Dijemput mamaknya
M. Kasim1 Teman duduk (cerpen)2 Pemandangan dalam dunia anak-anak3 Muda teruna
PUJANGGA BARU
Pujangga Baru adalah nama majalah bahasa dan sastra yang terbit tahun 1933, diasuh oleh STA,
Amir Hamzah, Armyn Pane, (pelopor Pujangga Baru). PB nerupakan tanda lahirnya sastra Indonesia
dan berakhirnya sastra Melayu. Tujuan PB adalah kemajuan bahasa, sastra dan budaya Indonesia.
Ciri-ciri PB :1 Bertemakan persatuan2 Romantis idealis3 Puncak karya sastra : Layar Terkembang4 Pengaruh angkatan 1880 negeri Belanda (terutama YE. Tatengkeng)
Sastrawan PB :STA (Sutan Takdir Alisyahbana)
1 Tebaran Mega2 Puisi Lama3 Puisi Baru4 Layar Terkembang5 Dian Tak Kunjung Padam6 Anak Perawan di Sarang Penyamun7 Tak Putus Dirundung Malang8 Tata Bahasa Indonesia I, II9 Grotta Azzura10 Kalah dan Menang11 Niko Dan
Amir Hamzah (Raja penyair angkatan PB, ciri puisinya : religius Islam, sendu, sedih)1 Nyanyi Sunyi (1937)2 Setanggi Timur (1939)3 Buah Rindu (1941)
Sanusi Pane (Puisinya mengandung filsafat Hindu)1 Puspa Mega(1927)2 Madah Kelana (1931)3 Manusia Baru Drama /4 Sandyakalaning Majapahit Kumpulan drama
Hamidah1 Kehilangan Mestika2 Dsb.
Armyn Pane1 Belenggu2 Lenggang Kencana3 Jiwa Berjiwa4 Kisah Antara Manusia5 Jinak-jinak Merpati
Suman HS (pelopor cerpen Indonesia)1. Mencari Pencuri Anak Perawan2. Kawan Bergelut (kumpulan cerpen 1938)3. Kasih Tak Terlerai4. Percobaan SetiaJE. Tatengkeng1. Anakku2. Rindu Dendam
Perbedaan antara BP dengan PB :1 Balai Pustaka mempermasalahkan paham daerah / adat sedangkan PB meningkat pada masalah
paham kebangsaan, nasionalisme, perjuangan dan emansipasi2 Balai Pustaka bersifat romantis sentimentil, PB romantis idealis3 Pada BP bertema masalah kaum muda VS kaum tua serta kawin paksa,sedang pada PB bertema
persatuan
ANGKATAN 45
Angkata 45 merupakan istilah pemberian Rosohan Anwar. Selain nama tersebut terdapat nama lain,
yaitu :1 Angkatan Chairil Anwar2 Angkatan Jepang3 Angkatan PembebasanPelopor angkatan 45 adalah :1 Puisi : Chairil Anwar2 Prosa : Idrus3 Drama : Usmar IsmailCiri-ciri angkatan 45 :1 Mementingkan isi daripada bentuk2 Pengaruh pujangga dunia (Rusia, Itali, Belanda, Prancis)3 Pandangan humanisme liberal4 Bercorak realistis5 Modern, munculnya karya sastra modern pendobrak nilai-nilai lama dalam mencipta karya
sastraSastrawan angkatan 45 :
ANGKATAN 66
Angkatan 66 adalah nama pemberian HB Jassin.
Sebab-sebab lahirnya angkatan 66:1 Pergolakan politik masyarakat2 Wujud demonstrasi anti orde lama3 Lahirnya puisi dan karya sastra anti tirani lainnya. Contoh :a. Tirani dan Benteng (Taufik Ismail / Nur Fajar)b. Mereka Telah Bangkit (Bur Rasuanto)c. Perlawanan (Mansyur Samin)d. Pembebasan (Abdul Wahid Situmeang)
Ciri-ciri angkatan 66 :a. Tema protes sosial dan politikb. Bercorak realismec. Karya dominan kritik sosial
Sastrawan angkatan 66 :
SASTRA
Sastra berarti tulisan, karya, kitab. Berasal dari bahasa Sanskerta ?astra. Dari sastra kemudian
diturunkan kata susastra dan kesusastraan. Susastra berarti bahasa atau tulisan indah, sedangkan
kesusastraan berarti karya manusia dengan bahasa sebagai alat atau media pencurahan baik lisan
maupun tulisan yang menimbulkan rasa estetis dan dapat menggetarkan jiwa pembacanya.
Aliran sastra adalah aliran atau haluan pendapat yang dijadikan pedoman pengarang sehubungan
dengan karya sastra yang diciptakannya. Aliran sastra dibagi menjadi :1. Romantisme : mengutamakan perasaan dan dunia khayal, penuh mimpi, fantasi yang serba
indah, contoh Sitti Nurbaya dan Hikayat Si Miskin2. Realisme : melukiskan kenyataan yang terdapat dalam kehiduman sebenarnya. Contoh : Dari
Ave Maria, Keluarga Gerilya3. Naturalisme : melukiskan kenyataan lebih dari realisme, jelek tetap jelek, baik dan
buruk bahkan sesuatu yang menjijikkan. Contoh : Belenggu dan Jalan Tak Ada Ujung4. Idealisme : melukiskan cita-cita yang muluk-muluk, melambung. Contoh : Layar Terkembang,
Pertemuan Jodoh5. Simboli : melukiskan sesuatu dengan lambang-lambang. Contoh : Tinjaulah Dunia Sana,
Keluhan Pohon Mangga6. Psikologisme : mengungkapkan perilaku kejiwaan manusia, tidak sekedar perilaku ilmiah.
Contoh : Belenggu dan Atheis7. Surealisme : melukiskan angan-angan dan kenyataan yang bercampur aduk, meloncat-loncat
dari khayal ke alam nyata dan sebaliknya, penuh kesuraman. Contoh : Merahnya Merah, Berhala8. Mistisisme : melahirkan ciptaan-ciptaan berdasar hal-hal gaib, penuh misteri. Contoh :
Nyanyi sunyi dan Syair Perahu9. Ekspresionisme : melukiskan pandangan jiwa, curahan rasa cinta, benci, cetusan perasaan
jiwa sendiri. Contoh : Doa10. Impresionisme : lukisan segala sesuatu yang dilihat dan dialami tetapi yang dipentingkan
hanya kesan sesaat, didasarkan penginderaan semata. Contoh ; sastra Zaman Hindu dan Islam,
terjemahan “Maria Rilke” oleh Chairil
Aliran sastra di atas dibagi menjadi dua kategori besar :1. Realisme, terdiri dari : Naturalisme (Rendra) dan Impresionisme2. Ekspresionisme (Chairil Anwar), terdiri dari simbolisme, psikologisme, mistis dsb
Karya sastra dibagi menjadi 3 :
ProsaProsa berasal dari bahasa latin oratis propersa (ucapan langsung). Prosa adalah karya sastra
yang menggunakan media bahasa secara bebas, tidak terikat aturan-aturan seperti dalam sajak.
Unsur-unsur dalam cerita / prosa fiksi dibagi menjadi 2:1. Unsur intrinsik, unsur dalam karya sastra yang membangun cerita karya sastra itu sendiriUnsur intrinsik terdiri dari :
a. Tokoh / karakter / watakb. Plot (alur cerita)c. Setting (latar belakang cerita)d. Temae. Point of view (sudut pandang pengarang)f. Amanatg. Gaya bahasa
2. Unsur ekstrinsik, unsur diluar karya sastra yang turut membangun dan melatar belakangi
terciptanya karya sastra ituUnsur ekstrinsik terdiri dari :a. Sejarahb. Latar belakang masyarakat saat karya sastra itu diciptakanc. Latar belakang pengarangd. Agamae. Sosial budayaKeterangan unsur intrinsik :1. Alur cerita dibagi menjadi 3:a. Alur progresif / linear / terusan / maju : alur yang bergerak maju dari awal sampai
dengan akhir cerita (Belenggu-Armyn Pane, Salah Asuhan-Abdul Muis)b. Alur flashback / sorot balik / mundur : alur yang menceritakan peristiwa secara mundur
atau kilas balik (Atheis-Achdiat Kartamiharja)c. Alur campuran / majemuk / compound plot : campuran alur maju dengan alur mundur2. Tokoh, cara menampilkannya :a. Pengarang menjelaskan secara langsungb. Melalui percakapan para pelakunya sendiri, atau dalam SMU ada 3 cara :c. Metode analisis, yaitu deskripsi tokoh secara langsung baik fisik, psikis, kedudukan
atau status sosialnyad. Metode dramatisasi, yaitu deskripsi tokoh tidak secara langsung tetapi melalui alur
ceritae. Metode kontekstual, yaitu deskripsi watak tokoh melalui konteks bahasa, misalnya buaya =
hidung belang3. Amanat / hikmah adalah pesan yang disampaikan pengarang pada pembaca, bisa lebih dari
satu amanat4. Tema adalah gagasan atau ide yang mendasari dan menjiwai cerita, ada 2 :a. Tema tradisional adalah tema yang berpangkal pada pola lama (baik buruk, benar salah,
pengabdian masyarakat, cobaan atau kesulitan berserah pada Tuhan)b. Tema modern yaitu tema yang berpangkal pada pola berpikir modern (kenyataan / fakta,
perlawanan terhadap nasib)5. Watak adalah segala cara melukiskan sikap dan kepribadian para pelaku / tokoh termasuk
sikap lahir dan batin. Watak ada 3:a. Watak psikologis : kejiwaan tokoh / temperamen (sabar, baik, pemarah, pendendam dsb)b. Watak pisik : ciri dan bentuk tubuhc. Watak sosiologi : kedudukan dan pangkat tokoh dalam masyarakat6. Macam sudut pandang :a. Pengarang sebagai pelaku utama cerita (orang I sertaan) : menggunakan “aku” dalam
cerita, seolah dialami oleh tokoh atau pengarang sendirib. Pengarang ikut main tetapi bukan sebagai pelaku utama (orang I tak sertaan) :
mengisahkan orang lain sebagai tokoh utama, pengarang juga terlibat dalam ceritac. Pengarang serba tahu (orang ke III serba tahu) : dengan “dia” , “ia”, “mereka”,
pengarang serba tahu, bahkan pikiran para pelakud. Pengarang sebagai peninjau (orang ke III terbatas) : pengarang hanya menceritakan apa
yang dilihatnya, pengarang tidak tahu jalan pikiran atau apa yang dilakukan oleh pelaku cerita.
Prosa terbagi menjadi 3 :1. Prosa lamaTerdiri dari :1. Hikayat (cerita tentang raja-raja)2. Panji (cerita kepahlawanan/ epos/ wiracarita/ hikayat jawa)3. Tambo (cerita dan sejarah)4. Dongeng, terdiri dari :a. Fabel (cerita binatang)b. Legenda (cerita tentang asal-usul terjadinya tempat)c. Mite (cerita atau dongeng makhluk halus, roh, dewa dengan unsur gaib)d. Sage (sejarah, cerita sejarah yang dibumbui dengan kisah pahlawan yang fantastis)2. Prosa baruTerdiri dari :a. Novel, certa yang mengisahkan kehidupan luar biasa yang dialami oleh tokoh cerita yang
mengakibatkan perubahan nasib tokoh tersebut.b. Roman, cerita yang mengisahkan sebagian besar kehidupan tokoh hingga tokoh tersebut
meninggal dunia.c. Cerpen, cerita yang melukiskan satu bagian peristiwa kehidupan yang dialami oleh
pelakunyad. Kisah, cerita tentang hal-hal yang dialami dan diamati pengarang dalam perjalanane. Essay, kupasan masalah sosial, budaya, sastra / karangan yang mengupas suatu pokok
masalah yang dipengaruhi oleh pikiran, ide,dan cita-cita pengarang sehingga karangan tersebut
bersifat subjektifContoh : Kesusastraan Indonesia modern dalam kritik dan essay – HB JassinTentang Amir Hamzah – LH Bohangf. Kritik, adalah karangan yang mengulas baik atau buruknya karya sastrag. Autobiografi, adalah karangan yang menceritakan riwayat hidup pengarang sendiriContoh : Hikayat Abdullah-AbdullahKenang-kenangan hidup-HAMKAh. Biografi, adalah karangan yang menceritakan atau menguraikan riwayat hidup orang lainContoh : Ir. Soekarno – Yunan Nasutioni. Bunga rampai : karangan yang memuat berbagai macam jenis karangan yang dikarang oleh
orang lain, bentuk dan isinya bermacam-macam. Contoh : sepuluh orang sastrawan Indonesia – Usman
Effendi3. Prosa lirisAdalah jenis karangan yang mementingkan irama dan pilihan kata
Perbedaan antara prosa lama dengan prosa baru :
1. Statis2. Istana sentris3. Alam khayal/imajinasi4. Anonim5. Dipengaruhi India dan Arab6. Dinamis7. Masyarakat sntris8. Dunia nyata / realistis9. Pengarang disebut namanya10. Tertulis
11 Kolektif (milik bersama) dan lisaniah12 Aliran romantis
Ciri-ciri prosa :1 Bebas dari aturan puisi2 Kata-kata bersifat denotasi3 Disusun perbab menjadi sebuah wacana baru4 Terdapat tokoh cerita5 Terdapat amanat cerita / kesan / ajaran6 Menampilkan konflik, alur, setting dan unsur pembangun lain
Puisi
Puisi adalah jenis karangan yang dalam penyajiannya mengutamakan keindahan bahasa dan kepadatan
maknaPuisi menurut bentuknya dibagi menjadi 2 :1. Puisi bebas (puisi yang tidak terikat bait, baris, dan rima)2. Puisi berpola (puisi yang susunan lariknya mempunyai bentuk-bentuk berpola yang
geometris, terikat aturan baris dan bait.Unsur puisi :1 Tema : ide atau gagasan yang melandasi puisi2 Suasana : gambaran keadaan dan perasaan dari penyair3 Simbol : upaya menyatakan sesuatu diluar arti kata4 Musikalitas : rangkaian kata dalam keseluruhan sajak5 Gaya bahasa : majas dalam puisi6 Citraan atau imaji : gambaran angan oleh penyair dalam puisiCitraan dapat berarti gambaran atau kesan yang ditimbulkan oleh setiap kata atau kalimat dalam
puisi.Citraan dibagi menjadi :1. Citraan penglihatan (teja cerawat gemilang, menjadi pudar padam cahaya)2. Citraan pendengaran (blek-blok, blek-blok hanya selagu sepanjang dendang)3. Citraan perabaan (selembut butiran embun)4. Citraan pengecapan (manis gula-gula, bunyi merek promosi)5. Citraan penciuman (harum berbau, semerbak mewangi)6. Citraan gerak (daun bergoyang menjatuhkan embun)
Ciri puisi :1 Karangan terikat2 Terdiri dari larik dan bait3 Terdapat pertalian makna tiap baitnya4 Mempunyai irama yang merupakan unsur keindahan puisi5 Menggunakan kata konkret maupun abstrak
Nilai puisi :a. Kenikmatan : kenikmatan dalam membaca puisi/merasakan keindahan puisi saat membaca
puisi tersebut.Unsur kenikmatan puisi :1 Keindahan bunyi (rima dan irama)2 Keindahan diksi3 Keindahan bahasa kias/ungkapan/majas4 Keindahan citraanb. Hikmah : memahami pesan, amanat, nasihat yang dikandung dalam puisi sehingga pembaca
menjadi arif dan lebih mengertiIrama adalah : keras lembut, tinggi rendah (nada), panjang pendek (tempo), dalam puisi.Rima adalah : persamaan bunyi akhir dalam puisiJenis rima adalah :Berdasar pengulangan bunyi :1 Rima penuh / sempurna, ulangan suku kata akhir semua sama : a a a a2 Rima tak sempurna / asonansi, ulangan suku kata haya sebagian yang sama : dah kah dah
tah3 Rima aliterasi ulangan bunyi pada bagian awal suku kata :a. sumpah……b. sungguh….c. Sujud…..d. Susah …..4 Rima mutlak terdiri atas pengulangan seluruh kata,a. Mereka…….b. Mereka …….c. Mereka ……..5 Rima rangkai, tersusun sama semua larik puisia. a a a a6 Rima rangka, perulangan dengan perubahan konsonan dalam kata : mondar-mandir,
pontang-panting
Berdasar letak rima dalam baris :1. Rima awal,rima yang terletak pada awal barisDari……..Dari……….2. Rima tengah, rima di tengah baris puisi………aku………………aku………3. Rima akhir, rima yang terletak di akhir baris…………….kemari…………….kucariBerdasar susunan vertikal :1 Rima sama/terus/akhir baris sama : aaaa bbbb2 Rima bersilang : ab ab cd cd3 Rima berpeluk : abba deed4 Rima berpasangan : aa bb cc5 Rima patah : aaba
Hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi adalah :1 Pelafalan / pembacaan (jelas, jernih, dan lancar)2 Pengelompokkan kata harus tepat3 Intonasi benar4 Penjiwaan serasi5 Mimik / ekspresi dan gestur tepatRagam bahasa puisi :1. bahasa indah/estetis2. mengandung banyak makna3. terkandung simbol-simbol/bahasa piguratif yang mengacu pada makna atau maksud tertentu
dari pengarang4. bersifat konotatif, penuh dengan penggunaan gaya bahasa atau majas5. singkat, padat, sarat akan arti atau maknaKeindahan puisi terletak pada :1 Diksi atau pilihan kata2 Pengelompokan kata3 Ungkapan4 Gaya bahasa5 Perulangan bunyiJenis puisi :Puisi Lama1 Pantun ( puisi lama 4 larik, berima silang abab, sampiran dan isi)2 Karmina (puisi kilat, 2 larik, berisi nasihat, cinta, sendau gurau, berima aa)3 Mantra (puisi yang berisi doa pemujaan)4 Talibun (puisi 4 larik/genap, abcd abcd, ada isi dan sampiran)5 Seloka (pantun berkait, 2 bait, ab ab, sindiran)6 Gurindam (puisi tamil, 2 barisa, aa, berisi nasihat atau sindiran)7 Syair (4 baris, aaa, tidak ada sampiran, bersi dongeng atau cerita)8 Bidal ( bahasa berhias/kiasan)Beda syair dengan pantun :
Syair Pantun1 Sastra asing2 Tidak ada sampiran dan isi3 Sajak aaaa4 Isi pada seluruh baris5 Sastra tulis
1 Isi terdapat pada baris 3 dan 42 Merupakan sastra lisan3 Indonesia asli4 Terdapat sampiran dan isi5 Ab ab
Beda karmina dengan gurindam :
Karmina Gurindam1 Indonesia2 Terdapat sampiran dan isi3 Rima a a4 Isi jenaka, percintaan1 Baris 1 dan 2 terdapat hubungan sebab akibat2 Rima aa3 Berisi nasihat4 India
Puisi BaruSajak
1 Distikon terdiri dari 2 baris2 Tersina terdiri dari 3 baris3 Quantrin terdiri dari 4 baris4 Quint terdiri dari 5 baris5 Sektet terdir dari 6 baris6 Septima terdiri dari 7 baris7 Stansa terdiri dari 8 baris
Soneta, berasal dari kata Sonetto atau sonate (bunyi atau suara).Soneta Indonesia dipengaruhi oleh Dante dan Petraica, berasal dari Italia. Soneta lahir sejak
zaman Yunani. Di Indonesia dipelopori oleh Dr. Muh. Yamin pada tahun 1930. Soneta terdiri dari
14 baris dibagi menjadi 4 yaitu 4 4 sampiran dan 3 3 isiPuisi ModernDipelopori oleh Chairil Anwar, jenisnya adalah :1 Himne adalah puisi yang berisi pujaan terhadap tuhan2 Ode adalah puisi yang berisi pujaan terhadap orang yang dicintai atau dikagumi3 Satire adalah puisi yang berisi sindiran sosial4 Elegi adalah puisi yang berisi ratapan kesedihan atau cerita sedih5 Balada adalah puisi yang berisi cerita kepahlawanan6 Romansa adalah puisi yang berisin luapan cinta
DramaDrama adalah cerita yang ditulis dalam bentuk dialog disertai peran yang dimainkan oleh para
pelakunya. Drama dapat didefinisikan karya sastra yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui
tingkah laku (akting) dan dialog yang dipentaskan.Struktur drama :1. tema (ide, amanat, gagasan yang melandasi karya drama tersebut)2. alur (rangkaian atau jalinan cerita)3. dialog (percakapan antar pelaku)4. gerak (gerak dan ekspresi mimik / penjiwaan jalan cerita)5. karakter/perwatakan/penokohan6. pementasanPercakapan dalam drama dibagi menjadi :1. epilog (pembicaraan penutup atau akhir pentas oleh seorang pemain)2. dialog ( percakapan dua orang pelaku atau lebih)3. monolog ( percakapan oleh seorang pemain)4. prolog ( pengantar sebelum peristiwa berlangsung)Langkah menulis drama :1. menentukan tema2. menentukan tujuan3. menentukan pelaku dan watak tokohnya4. menentukan setting, dialog, musik5. membuat plot (alur/jalan cerita)Anatomi drama :1. babak (episode)2. adegan (rangkaian peristiwa dengan ditandai muncul dan perginya para tokoh)3. dialog (percakapan)4. petunjuk pengarang (bagian naskah yang memberi penjelasan kepada pembaca atau awak
pentas pada naskah yang ditulis di dalam kurung)5. prolog (pengantar drama)6. epilog (penutup drama)7. solilokui (ungkapan perasaan pikiran tokoh yang diucapkan pada diri sendiri)8. aside (dialog yang ditujukan kepada penonton)Macam-macam drama :1 tragedi : drama tentang kisah-kisah menyedihkan dan tragis (Romeo dan Juliet – William
Shakespare)2 komedi : drama yang berisi kisah-kisah lucu / menggelikan (Liburan Seniman – Usmar
Ismail)3 tragedi komedi : drama yang menggambarkan kesedihan disamping kegembiraan (Saija dan
Adinda – Multatuli)4 opera : drama dengan iringan musik (Julius Caesar – Muh. Yamin)5 pantomim : drama yang menekankan pada gerakan tubuh6 tablo : drama yang hanya dilakukan dengan lisan (seperti sandiwara radio)7 sendratari : drama dengan tarian dan iringan gamelan atau musik (Jaka Tarub, Ramayana)8 kloset : drama yang khusus hanya dibaca saja
ROMAN
Roman adalah karangan yang menceritakan kehidupan manusia sejak kecil hingga meninggal dunia.
Roman juga berarti karangan yangmenceritakan sebagian besar kehidupan tokohnya sampai mati.
Berdasarkan isinya roman dibagi menjadi :1 Roman adat, roman yang membicarakan masalah adat yang tidak sesuai dengan perkembangan
zaman (Azab dan Sengsara-Merari Siregar, Salah Asuhan-Abdul Muis, Asmara Jaya-Adinegoro)2 Roman bertendens, roman yang bertujuan memperbaiki kehidupan masyarakat (Layar
Terkembang-STA, Sitti Nurbaya-Marah Rusli)3 Roman sejarah, roman yang ceritanya diambil dari kehidupan lampau dan berhubungan dengan
sejarah (Gajah Mada dan Diponegoro-Muh. Yamin)4 Roman simbolik, roman yang melukiskan kehidupan manusia dengan simbol-simbol (Tinjaulah
Dunia Sana-Maria Amin, Taufan di Atas Asia-Abu Hanifah/El Hakim)5 Roman sosial, roman yang membicarakan peristiwa-peristiwa yang ada dalam masyarakat
(Sukreni Gadis Bali-I gusti Panji Trisna, Hati Nurani Manusia-Idrus)6 Roman detektif, adalah roman yang berhubungan dengan cerita rahasiah kejahatan
(Percobaan Setia-suman HS, Cincin Stempel-Ardi Soma)7 Roman kejiwaan adalah roman yang menguraikan kehidupan batin pelakunya (Atheis-Achdiyat,
Belenggu- Armyn Pane)8 Roman keagamaan, roman yang isinya bertema agama (Kemarau-AA Navis,Perjanjian dengan
Maut-Haryadi)9 Roman picisan, roman yang murahan, dikarang hanya untuk memperoleh untung (Gadis Empat
Zaman-Zalekha, Medan Diwaktu Malam-M. Taufik)
CERPEN
Cerpen adalah karangan pendek dalam bentuk prosa. Cerpen dapat juga berarti cerita yang
melukiskan satu bagian peristiwa kehidupan yang dialami oleh pelakunya.
Ciri-ciri cerpen :1 Cerita fiktif atau rekaan2 Pokok cerita terfokus pada satu aspek cerita saja (kesan tunggal)3 Mengungkapkan hal yang penting-penting saja (singkat, padu dan intensif/ brevity, unity,
intensity)4 Menyajikan peristiwa dengan jelas
Pelopor cerpen Indonesia adalah Suman HS dan M. KasimPerbedaan dengan Novel :
Cerpen Novel1 Alur sederhana2 Tokoh sedikit3 Setting dilukiskan terbatas4 Tema masalah sederhana
1 Tema masalah yang kompleks dan mempunyai tema-tema bawahan2 Alur rumit dan panjang terdiri dari beberapa alur3 Setting luas dan lebih mendetail4 Banyak karakter tokoh
Jenis cerpen :1 Cerpen pendek (short short story) terdiri dari 5000 kata/12 hal folio2 Cerpen panjang (long short story) terdiri dari 10. 000 kata/ sekitar 20-30 hal folio
NOVELNovel berasal dari kata Novellus atau novies, yang berarti baru. Novel adalah karangan yang
menceritakan kehidupan yang luar biasa yang dihadapi oleh tokoh yang mengakibatkan perubahan
nasib tokoh tersebut.
Ciri-ciri novel adalah :1 Perubahan nasib tokoh cerita2 Ada beberapa episode dalamm kehidupan tokoh utama3 Tokoh biasanya tidak sampai mati
Pelopor Novel Indonesia : Idrus
Macam-macam novel :1 Novel percintaan novel yang berisi kisah-kisah cinta yang romantis2 Novel petualangan3 Novel fantasi4 Novel plot atau kejadian adalah novel yang menitikberatkan pada kejadian yang penuh
ketegangan dan surprise. Contoh : Hulubalang Raja karya Nur Sutan Iskandar5 Novel watak adalah novel yang menitikberatkan pada unsur karakter atau watak tokoh.
Contoh : Atheis6 Novel tematis adalah novel yang menekankan pada unsur tema atau persoalan dalam cerita
(sosial, agama, politik dan sebagainya)
Tulisan ini dikirim pada pada November 20, 2008 12:07 pm dan di isikan dibawah Bahan Ajar. Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2.0 feed. Anda dapat merespon, or trackback dari website anda.
Tinggalkan Balasan
Klik di sini untuk membatalkan balasan.
Nama (wajib)
E-mail (will not be published) (wajib)
Situs web
Notify me of follow-up comments via email.
Blog pada WordPress.com. Masukan (RSS) dan Komentar (RSS).
Senin, 19 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar